Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Desember 2012

Keruntuhan Peradaban

 



Aku adalah peradaban,
trlahir dari rahim cinta,
dibangun dr cahaya jiwa
sjatinya,,,,

Berproses (2)

m: Aku dan kamu tidaklah sekedar "ada" dan menunggu "tiada". Aku dan kamu dipisahkan oleh dua cipta, waktu dan ketakutan-ketakutanmu. Aku hidup sebagai akar dan kau mewujud sebagai awan. Kau terdiam dalam kalut pd rentang waktu yg hitungannya tak kalah dengan jumlah bintang. Aku sperti menanti besi berubah jadi emas.

Berproses (1)


L:
Aku adalah air kehidupan. Aku membingkai diriku dengan kata-kata, yang tidak bisa ditafsirkan oleh kalbu tak bernyawa. Di dimensi tak bernamalah aku lahir, tersenyum, menangis, dan kemudian mati. Sejatinya, aku perantara kau dan Hyang.

H:
Aku tahu aku adalah ruh. Ketika aku ditiupkan ke dalam raga, kami pun hidup. Aku bisa mendengar, melihat, merasa, dan mengindera banyak hal. Kumulai dengan menangis dan mengecap ibuku. Aku belajar berjalan, berlari, berburu, bertani, dan kemudian menciptakan peradaban. Pun aku mulai belajar melanggar perintah Tuhan. Aku membunuh, mencuri, memerkosa, dan merusak tatanan alam. Sistem kurubah sesuai kehendakku dan mencoba menentang Penciptaku. Aku terkutuk dan pantas di azab. Mataku adalah mata setan dan hatiku adalah hati iblis. Tapi aku masih punya harapan seperti yang dijanjikan-Nya.

S:
Aku hidup di antara dua dimensi yang berbeda. Aku bisa jadi baik atau jadi buruk. Aku adalah malaikat sekaligus iblis. Aku merasakan cinta, benci, dan menginginkan keabadian. Aku adalah kesetimbangan antara kau dan kau yang satunya.

Page