Sabtu, 04 Juli 2009

Hati mampu mengubah Protein Menjadi Karbohidrat (Glukoneogenesis)

Pada pertengahan Abad ke-199, tepatnya pada Bulan Maret 1853, seorang fisiolog Prancis Claude Bernard (1813-1878) mendemonstrasikan di depan Sidang Akademi Ilmu Pengetahuan Prancis bahwa hati mampu mengubah protein menjadi karbohidrat. Pada demonstrasinya, ia memberikan makanan kepada kelinci dengan kandungan zat hanya berupa protein, tanpa karbohidrat atau zat lainnya. Kelinci tersebut kemudia dibedah dan darah yang berasal dari hati (melalui vena hepatica) diambil dan diperiksa. Dari hasil analisis didapatkan bahwa ternyata darah tersebut mengandung glukosa dalam jumlah atau konsentrasi yang tinggi. Hal ini membuktikan bahwa hati mampu mengubah senyawa non-karbohidrat menjadi senyawa karbohidrat (glukosa). Proses tersebut dikenal sebagai proses glukoneogenesis.
Glukoneogenesis merupakan istilah yang digunakan untuk mencakup semua mekanisme dan lintasan yang bertanggung jawab untuk mengubah senyawa nonkarbohidrat menjadi glukosa atau glikogen. Subtrat utama bagi glukoneogenesis adalah asam amino glukogenik, laktat, gliserol dan propionat. Hati dan ginjal merupakan jaringan utama yang terlibat, Karena kedua organ tersebut mengandung komplemen enzim-enzim yang diperlukan.


2 komentar:

  1. kayaknya tulisan kamu belum rampung deh,selesein dulu dong baru posting, sekedar saran bos.....

    BalasHapus
  2. r you still doing writing in your blog this year? boleh mampir ke blog saya mas :D

    im still learning to be a blogger. maybe we can sharing each other (y)

    BalasHapus

Your Comment here, please:

Page